Agen Judi Online
Mengapa banyak orang yang mulai dari orang yang biasa sampai selebritis untuk membunuh diri? Renungan atau peristiwa yang memilukan yang secara beruntun selama akhir-akhir ini membuat saya mengingat kembali peristiwa yang bertahun-tahun lalu. Ketika itu saya sedang berada di kantor. Tiba-tiba ada seorang pemuda yang datang ingin konseling. Karena tidak ada janji, saya memintanya untuk membuat janji terlebih dahulu kepada seketaris kantor. Tetapi, melihat pergelagan tangannya, saya langsung meminta agar pemuda tersebut untuk masuk kedalam.
Pergelangan tangan ahli komputer ini dibalut dengan perban dan masih ada darah yang menetes dari kasa putih, dan dalam hati berkata "gawat".
Dugaan saya ternyata benar, pemuda yang berambut gondrong ini baru saja melakukan bunuh diri yang gagal. Saat saya mempersilahkan dia untuk berbicara, dengan mata yang berlinang, dia berkata jika hidupnya tidak mempunyai harapan. Satu demi satu menimpanya.
Dimulai dari kakak sulungnya yang sangat dicintainya telah melarikan diri dri rumah dikarenakan tidak diizinkan untuk menikah dengan seorang pria yang berbeda agama. Berikutnya, dia di PHK dari kantornya. Ketika pacarnya mendengar pengakuannya jika dia sekarang adalah jobless, dia memutuskan untuk tidak berhubunga yang sudah terjalin selama bertahun-tahun.
Ditengah kekalutannya, matanya mulai gelap. Lantas ia mengambil cutter di meja kerjanya dan menyayat salah satu dari tangannya. Beruntung sekali seorang anggota keluarganya mengetahui dan membawanya kesalah satu dokter yang tidak jauh dari rumahnya. Nyawanya selamat, akan tetapi semnagatnya terus melemah. Keinginan bunuh diri itu terus menerus menghantui pikirannya sehingga ia memutuskan untuk menemui saya.
Karena begitu serius dengan masalah bunuh diri, saya memutuskan untuk mengosongkan jadwal sya untuk hari ini. Saya dedikasikan waktu saya khusus untuk membantu dan menyelamatkannya dari pikiran untuk masalah bunuh diri.
Pada awalnya saya biarkan dia untuk curhat kepada saya dengan sepuasnya. Bagi orang yang semacam ini, mendengarnya saja sudah merupakan hiburan. Setelah selesai bercerita, saya memberikan selempar kertas. " Buatlah daftar hal-hal yang menyenangkan apa saja yang sudah tuhan berikan kepadamu".
Saya menunggunya untuk menuliskan daftar kebahagiaan itu. Setelah tidak lama kemudian, dia lantas meminta kertas baru kepada saya. Dan ternyata dengan satu kertas tidak cukup untuk dia menuliskan hal yang positif yang pernah ia alami sebelumnya.
Saya tunggu dia berkata sudah sampai dia menyerahakan kertasnya kepada saya. Sekarang isi kertasnya dengan hal yang buruk yang menimpamu, ujar sambil saya menyodorkan kertas baru.
Agen Judi Terpercaya
Dia tidak langsung menulis, tetapi akan kembali menangis. Saya biarkan sampai ia bisa menguasai dirinya sendiri. Lalu dengan mata yang sembab, lalu dia menuliskan daftar hal yang negatif yang bisa dia terima. Tidak butuh lama dia serahkan lembar kertas itu kepada saya.
Sekarang bisa kamu liat mana kertas di tangan kiri dan tangan kanan saya, bisa kamu liat mana yang lebih banyak? pengalamam indah atau menyedihkan?
Dia menangkap dengan apa yang saya bilang. Awalnya wajahnya begitu gelap, akan tetapi sekarang berubah menjadi penuh harapan.
Lantas saya menambahkan hal yang positif yang belum saya tulis, engkau tidak hanya tampan dan cerdas, tetapi kamu masih mempunyai masa depan yang cerah dan pajang.
Sebelum berpisah, saya doakan semoga dia terus dalam lindungan tuhan dan rencananya yang indah. Belakangan ini saya mendengar jika ia mendapatkan pekerjaan yang bagus dan lebih baik dari pekerjaan sebelumnya. Lantas ia pun mendapatkan pacar yang mengerti tentang dirinya sendiri.
Jadi, sebelum memutuskan untuk bunuh diri, pertimbangkan hal yang bisa buat kamu untuk mempunyai harapan untuk kedepa






Tidak ada komentar