Buah ini biasanya sering dijadikan sebagai salah satu buah yang dijadikan sebagai jus bahkan sebagai hiasan pada makanan seperti pada kue. Namun, bagaimana jadinya jika terdapat teror buah stawberry yang dimasukkan sebuah jarum pada setiap buahnya. Ternyata kasus ini ada dimana terjadi di Australia, tepatnya berada di Queensland. Untungnya, pelaku akhirnya sudah ditangkap. Bagaimana awal ceritanya?
1. Pelaku juga diketahui ditangkap hari Minggu kemarin
Dilansir dari BBC, seorang perempuan yang ada di Australia diketahui bernama My Ut Trinh akhirnya ditangkap pada hari Minggu kemarin. Penangkapan ini dilakukan dari pihak kepolisian Australia telah melakukan sebuah penyelidikan secara nasional pada bulan September 2018 yang lalu.
Ia juga dituduh telah melakukan sabotase dengan menyembunyikan jarum yang jahit di dalam stawberry dan ternyata motif yang ia lakukan adalah motif karena dendam. Ini penyelidikan polisi yang terbesar dan belum pernah terjadi sebelumnya dengan banyak kerumitan yang terlibat. Layanan dari Queensland ini telah mengalokasikan dari sejumlah besar sumber daya agar mereka bisa memastikan tanggung jawab dan akan dibawa ke pengadilan.
2. Selama teror tersebut, terdapat 183 laporan yang meski semuanya belum terbukti tentang kebenarannya
Selama dalam teror tersebut terjadi, ternyata sebanyak 186 laporan yang disampaikan warga kepada pihak kepolisian yang meski semua yang dilaporkan tidak seluruhnya benar, bahkan terdapat 15 laporan yang jelas terbukti tidak benar. Untuk saat ini belum juga diketahui berapa jumlah tuduhan yang diakibatkan oleh pelaku ini. Untuk sampai Senin ini, pihak kepolisian menggambarkan penyelidiakn ini masih belum selesai.
Pengadilan yang ada di Brisbane pada Senin juga menemukan DNA milik pelaku pada beberapa strawberry yang ada di negara bagian Victoria. Kasus yang telah diahjukan adalah bahwa hal ini dimotivasi karena dendam. Dia juga memulai kursus selama beberapa bulan juga menempatkan benda logam yang ada di dalam buah.
3. Tidak tanggung-tanggung, pelaku diancam dengan hukuman selama 15 tahun
penjawa
Pemerintah dari Australia ini juga tampaknya sangat geram dengan kasus ini. Tidak tanggung-tanggung, jika pelaku dari kasus ini bisa terancam 15 tahun penjara ketika pihak pemerintah ingin menaikkan hukuman yang sebekumnya hanya10 tahun penjara menjadi 15 tahun penjara.
Perdana Menteri dari Australia, Scott Morrison, juga mengatakan kepada siapapun yang akan bertanggung jawab jika ia sama sekali tidak lucu dan menilai pelaku sebagai seorang yang pengecut. Ini memang tidak lucu, menempatkan mata pencaharian warga dari Australia yang telah bekerja keras dalam bahaya, dan akan menakuti anak-anak. Dan kamu adalah seorang yang pengecut dan seorang grub.






Tidak ada komentar