Perempuan berusia 44 tahun, Deasy Tuwo, tewas dalam kondisi yang sangat mengenaskan. Jasadnya telah ditemukan tidak utuh di kolam kandang buaya yang berada di salah satu komplek sebuah pabrik di Desa Raniwangko, Kecamatan Tombariri, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara.
Penemuan tersebut bermula ketika kedatangan tiga orang warga yang hendak memberitahukan rencana kerja kepada desa setempat. Tiga warga tersebut telah datang ke lokaso pabrikuntuk bertemu dengan Deasy lantaran sudah tiga hari tidak bisa dihubungi.
Awalnya kedatangan kami hendak memberitahukan bahwa ada kegiatan kerja bakti di seluruh desa, kata satu dari tiga warga tersebut. Herling Rumengan.
Herling sendiri yang menjabat sebagai meweteng atau wakil kepala bidang lingkungan Desa Ranowangko. Berdasarkan informasi yang sudah ia dapat, Deasy tinggal dan menjaga kantor dari perusahaan tersebut. Sudah beberapa hari tidak dapat dihubungi. Ungkap Herling.
Dikira Boneka, Ternyata...
Ditemani oleh dua warga, Herling yang mendatangi kantor perusahaan namun tidak menemukan Deasy. Dia lantas mencari Deasy di seputar kantor perusahaan itu. Kemudian, kami yang melihat ada sesuatu yang seperti boneka yang ada di dalam kolam buaya. Ungkap Herling.
Namun, setelah diamati agak lama, Herling menyadari benda tersebut itu bukanlah boneka, melainkan lebih mirip mayat manusia. Bersama dengan bapak Vian Turagan dan juga Audi Engkol, kami langsung bergeas menggunakan bambu panjang untuk menepikn benda itu, dan benar itu merupakan sosok perempuan.
Dilempar ke Kolam Buaya?
Kematian Deasy yang menyedot perhatian publik. Beredar kabar yang menyebutkan jika perempuan cantik tersebut tewas karena dilempar ke dalam kolam buaya. Ada juga yang mengatakan jika Deasy meninggal tidak dihari yang sama ketika jasadnya telah ditemukan.
Meski demikian, polisi belum bisa menyimpulan apa penyebab kematian Deasy karena diterkam buaya. Pemeriksaan untuk sekarang masih berlanjut sampai saat ini. Kalpores Tomohon, AKBP Raswin Bachtiar Sirait, melalui Wakapolres Kompol Joyce Wowor juga mengatakan kepolisian masih saja memeriksa sejumlah pihak terkait untuk mengusut kasus ini.
Semua yang mempunyai sangkut paut dengan korban, pemilik, pekerja, keluarga sampai saksi yang pertama kalinya menemukan korban.
Terdapat Kejanggalan Kematian Perempuan yang Diterkam Buaya Peliharaan Bos
Deasy, Tuwo yang berusia 44 tahun, perempuan yang ditemukan tewas di kolam yang berisi buaya di Ranowangko, Tombariri,. Diduga, Deasy yang diterkam buaya peliharaan yang berukuran sangat besar.
Petugas kepolisian juga menemukan sejumlah petunjuk di lapangan. Namun demikian, terdapat beberapa kejanggalan terkait peristiwa kematian dari Deasy. Kejanggalan pertama, alas kaki yang biasa dipakai Deasy yang ditemukan jauh dari titik tewasnya korban. Mayat korban yang ditemukan di kolam renang buaya.
Kejanggalan kedua, terdapat tiga saksi menyebut saat ditemukan, tubuh bagian atas yang tidak menggunakan pakaian. Padahal, sebagian dari tubuh korban masih dalam keadaan utuh.
Sebab Kematian yang Belum Bisa Disimpulkan
Secara terpisah, Kapolsek Tombariri, mengatakan kepolisian yang berusaha memanggil pemilik tempat pemeliharaan buaya sekaligus bos Deasy, Mr. Ochiai. Tetapi, sampai saat ini belum membuahkan hasil.
Diketahui, perempuan cantik itu bekerja diperusahaan pembibitan mutiara, CV Yosiki milik Ochiai yang merupakan Warga dari Negara Jepang.






Tidak ada komentar