Asal-usul nama rupiah setidaknya memiliki tiga versi. Pertama, yang berasal dari bahasa Mongolia. Kedua, turunan unit uang rupee di India. Dan yang ketiga, diadaptasi pada bahasa Sansekerta. Bisa dibilang jika dari ketiga seharah itu sebenarnya memang saling berhubungan.
Terdapat versi keempat yang telah ditemukan hanyalah humor belaka. Yaitu legenda dari seorang nenek yang tinggal di lereng Gunung Merapi. Karena sesuatu hal tersebut karena ia menjadi banyak uang. Sangking banyaknya sampai ia tidak tahu untuk apa. Lantas dibagikan gratis kepada tetangga.
Asal mula dari nama uang rupiah sebagai mata uang dari Indonesia yang berdasarkan kisah nenek tua itu tentu saja tidak benar. Itu hanya cerita fiktif. Meski begitu, cukup lucu dan cukup menghibur. Jika kamu penasaran kisah detailnya kita akan lanjut membaca sampai akhir.
Sekilas Mengenai Rupiah
Rupiah merupakan nama mata uang resmi dari negara kita. Namun mesti begitu, awal kemerdekaan tidak serta merta menggunakaan uang yang bersimbol Rp ini. Sebelumnya memakai ORI alias Oeang Repobliik Indonesia. Beberapa tahun setelah merdeka, tepatnya pada 2 November 1949, ketika itulah rupiah diresmikan secara nasional.
Berdasarkan pada tanggal tersebut, maka artinya rupiah telah digunakan sampai 70 tahun. Selama inilah banyak yang sudah tercetak. Mulai dari berbagai macam-macam desain, nominal sampai pahlawan yang menghiasi. Setelah percetakan baru tentu uang lama ditarik dari peredaran. Maka jumlah nya akan tetap stabil.
Ketika tulisan tersebut dibuat, uang rupiah Indonesia keluaran terbaru yaitu emisi 2016. Nominal terbesar adalah Rp 100.000 uang kertas. Sedangkan yang terkecil adalah Rp 10.000 uang logam. Nominal pada zaman dulu tidak sebesar sekarang. Bahkan terdapat sen. Silahkan baca uang rupiah yang ada pada masa ke masa untuk bisa melihat gambarnya.
Asal-Usul rupiah dari mata uang Indonesia dari berbagai versi
1. Asal usul nama rupiah yang berasal dari bahasa Mongolia
Versi pertama yang pernah ada di Wikipedia. Barusan ketika saya cek kembali ternyata isi artikel sudah berubah. Ketika ini laman tersebut tertulis jika rupiah berasal dari bahasa India (rupiya). Bahasa India sendiri berasal dari bahasa kuno Sanskerta.
Padahal sebelumnya, tertulis pada sejarawan Indonesia yang bernama Adi Pratomo, asal usil nama dari rupiah berasal dari bahasa Mongolia. Kata aslinya adalah rupia. Tanpa menggunakan huruf h. Rupiah mendapat tambahan dari huruf h ini karena pelafalan orang Indonesia khusunya dari Jawa.
Pada bahasa Mongolia, kata dari rupia memiliki arti perak. Zaman dulu bahan dari pembuatan uang jika bukan emas tentu perak. Kata dari rupia ini menyebar berkat Jengis Khan. Ketika itu, ia dan dilanjutkan Kubilai Khan serta Timur Teng meninvasi India, Rusia, Pakistan, Afganistan dan beberapa negara eropa.
2. Asal Muasal nama dari rupiah yang berasal dari turunan unit mata uang ruppe India
Alasan pendapat dari asal-usul rupiah dari turunan rupee India yang hampir sama dengan cerita di atas. Ketika itu orang-orang India, khususnya Gurajat memang banyak melakukan hubungan dagang pada penduduk Nusantara. Atas dasar inilah, mereka disebut sebagai penyebar nama dari rupee India untuk saat ini.
3. Asal-usul rupiah dalam bahasa Sanskerta
Nama mata uang untuk rupee India ini ternyata diyakini dari bahasa Sanskerta. Namun, bahasa kuno tersebut dulunya dituturkan oleh penduduk Nusantara. Sehingga jik ada pendapat yang mengatakan asal-usul dari nama rupiah berasal dari bahasa Sanskerta, masuk akal juga sih.
Kemudian akan ditambah alasan penguat lain. Karena pada zaman Belanda yang mata uangnya gulden, orang Melayu Nusantara menyebutkan dengan ru-pnya.
4. Asal-usul dari nama rupiah dari legenda nenek tua
Tersebutlah seorang nenek tua. Dia yang tinggal di sekitar lereng Gunung Merapi. Namanya Rupiyah. Setiap hari yang hidup dengan sendiri tanpa anggota keluarga lain. Namun, mesti begitu, si Nenek mempunyai kebun cukup luas. Ditanah tersebutlah tumbuh banyak pohon durian.
Ketika masa Kependudukan Jepang. Saat tentara Jepang yang sedang operasi gerilyawan Indonesia, tidak sengaja telah melihat durian. Mereka lantas tertarik dan akhirnya mendatangi kebun milik Nenek Rupiah. Namun begitu, bukannya dirampas namun dibayar dengan menggunakan uang kertas.
Nenek Rupiah yang akhirnya banyak uang. Sangking banyak sampai ia bingung buat apa. Apaalgi ketika itu yang yang beredar kebanyakan uang logam bernama benggol. Maka akhirnya dibagi kepada para tetangga secara cuma-cuma. Mereka yang telah menerimanya sampai bingung. Sambil geleng-geleng kepala, orang yang berucap "Rupiyah Rupiyah" Kemudian sampai saat ini dikenal dengan uang rupiah.






Tidak ada komentar