Home Top Ad

www.mtwpoker.com
porkaspoker Galau Poker Terpercaya
sayabola bola54 agen bola piala dunia 2018

Wanita Jepang Membangkang Dari Tradisi

Share:


Jepang memang memiliki tradisi yang sangat berbeda ketika hari Valentine jika dibandingkan banyak di negara lain. Selama bertahun-tahun, para wanita diwajibkan untuk memberikan cokelat kepada pria. Tradisi ini dikenal dengan Giri-Choco.

Bukan hanya untuk gebetan, pacar dan suami, namun juga rekan-rekan kerja yang ada di kantor. Namun, ketika hari Valentine untuk kali ini, banyak wanita Jepang justru membangkang dari tradisi tersebut.

1. Mereka memilih membeli cokelat hanya untuk dirinya sendiri


Seperti yang sudah dilaporkan Japan Todaya, jika biasanya wanita mulai sibuk berburu cokelar untuk dihadiahkan kepada lawan jenis seminggu sebelum hari Valentine ini ada, untuk bulan ini justru mmebeli hanya untuk dirinya sendiri. Salah satunya yang terlihat di pusat perbelanjaan ternama yang ada di kawasan Ginza.

Seorang pelanggan, Hitomi Nakada, yang datang bersama dengan temannya ke tempat yang sudah didatangi oleh para pengunjung wanita. Mereka yang sama-sama menuju tempat penjualan cokelat. Ini merupakan keharusan!

2. Survei juga menunjukkan semakin banyak wanita yang memilih tidak lagi mengikuti tradisi.



Matzuya, merupakan salah satu pusat perbelanjaan yang juga berlokasi di Ginza, telah melakukan survei menjelang Valentine untuk tahun ini. Mereka telah menemukan jika sekitar 60 persen wanita tidak akan membeli cokelar untuk lawan jenis rekan kerja maupun pasangan.

Wanita justru akan membeli hanya untuk dirinya sendiri. Hanya sekitar 35 persen yang mengatakan akan tetap mengikuti tradisi pada hari Valentine ini. Cokelat yang nantinya akan mereka beli juga bermacam-macam. Misalnya dari cokelat batangan sampai permen cokelat.

3. Karyawan wanita ingin bos laki-laki berhenti untuk mengharapkan cokelat dari rekan kerja wanita



Salah satu alasan kenapa para wanita tidak ingin meneruskan tradisi dari hari Valentine ini karena pandangan jika bos laki-laki berharap diberikan oleh karyawan wanita, maka ini merupakan bentuk penyalahgunaan kekuasaan. 

4. Beberapa beranggapan jika Giri-Choco merupakan cara wanita menunjukkan kekuatan mereka



Tidak semuanya menilai jika Giri-Choco buruk. Sosiolog Ogasawa Yuko juga pernah mempelajari tradisi ini dan mempublikasikan hasilnya pada tahun 1996. Yuko berpendapat jika Giri-Choco bisa dijadikan wanita sebagai cara untuk bisa menunjukkan kekuatan mereka.

Dengan kata lain, maka laki-laki mereka favoritkan akan mendapatkan hadiah. Bagi yang tidak, maka tentu tidak menerima apapun. Ini bisa dilihat sebagai sedikit kesempatan untuk wanita memperlihatkan kapasitas mereka di atas laki-laki.

5. Sekelompok laki-lakii menilai jika di hari Valentine adalah produk kapitalis


Sementara itu, sebagain kelompok laki-laki yang telah mengklaim diri mereka tidak terkenal, Revolutionary Alliance of Unpopular People, memiliki cara lain dalam melakukan pembangkangan. Minggu lalu, mereka telah turun ke jalan untuk memprotes perayaan Valentine ke-12 kalinya. Mereka yang menyebutkan jika Valentine bentuk kapitalisme romantis.

Kami yang menolak perusahaan mengeksploitasu hari Valentina untuk memaksakan budaya konsumerisme yang berlebihan dan membuat orang yang tidak memiliki pasangan merasa bersalah.

Untuk yang lainnya, Valentine berdapak kepada rasa dari percaya diri. Jika hanya laki yang populer mendapatkan semua cokelar, maka moral karyawan lain akan jatuh. Ini juga akan berdampak pada atmosfer yang di lingkungan kerja.

Tidak ada komentar

Fakta-Fakta Perempuan Bunuh Diri di Mall Emporium Pluit, Melompat dari Lantai 4 sampai Izin ke Toilet

Agen Poker Online Seorang perempuan yang telah melakukan aksi nekat dengan cara bunuh diri di salah satu Mall Emporium Pluit, Penja...