Home Top Ad

www.mtwpoker.com
porkaspoker Galau Poker Terpercaya
sayabola bola54 agen bola piala dunia 2018

Kisah Ofif, Pejuang Kanker yang Kakinya di Amputasi ketika Usia Masih Remaja

Share:


Yayasan Kanker Anak Indonesia yang telah menggelar charity charity event yang mengusung tema Tribute to Ibu, yang ada di Plaza Indonesia, Jakarta, Kamis. Pada acara penggalangan dana tersebut adalah salah satu pejuang kanker, Rofifah Juniandar yang berusia 22 tahun telah membagikan kisahnya.

Dengan bersangga tongkat, wanita yang akrab dengan sapaan Ofif ini berjalan berlatih di tengah hadirin.

1. Rofifah yang divonis kanker ketika usia 11 tahun



Ofif yang menceritakan ketika masih duduk di bangku sekolah dasar dia merasakan pegal-pegal yang ada dibagian kaki kirinya. Ofif yang beranggapan itu hanya kecapakan saja, akan tetapi semakin hari bukan hanya pegal, ia terkejut ketika tumbuh benjolan yang ada di kakinya.

Orangtua Ofif yang secara langsung membawanya kerumah sakit. Bak disambar petir, karena dokter yang telah memvonis dirinya menderita kanker tulang stadiun II.

2. Ofifi yang habiskan waktunya di rumah sakit

Ketika divonis oleh dokter, waktu Ofifi untuk menjalani berbagai pengobatan dan juga perawatan. Dia yang akhirnya sering absen dari sekolah, Saya yang habiskan hidup bolak-balik ke rumah sakit, saja juga tidak mau jika melihat ayah dan mama pontang-panting mencari uang hanya untuk kesembuhan saya, ujar Ofif.

3. Ofif ungkapkan keputusan untuk amputasi kaki

Pada tahun 2011, Ofifi yang memutuskan untuk mengamputasi kaki yang ada di bagian kirinya. Sebab menurut dokter, kanker yang telah dialami akan menyebar ke seluruh bagian tubuh bahkan banyak teman yang menderita kanker ini akhirnya meninggal.


Ketika itu saya yang masih kelas dua SMP, memang salah satu keputusan yang sangat berat dengan usia yang sangat muda untuk ungkapkan keinginan tersebut kepada orangtua, ungkap dari Ofif yang sambil matanya berkaca-kaca.

Waktu mendengar keputusan anaknya, kedua orangtua Ofif sangat kaget, akan tetapi wanita berhijab itu meyakinkan jika dia akan baik-baik saja. Saya yang masih ingin mengejar impian dan juga cita-cita saya, terang oleh perempuan yang tengah mengambil jurusan desain di salah satu Institut Kesenian Jakarta ini.

4. Dukungan dari teman dan juga lingkungan sangat berharga

Dengan menerima keadaan yang berbeda ternyata tidak semudah yang ia bayangkan. Ketika kakinya diamputasi, Ofifi yang sempat tidak percaya jika kaki sebelah kirinya sudah tidak ada lagi. Beragam tanggapan yang ada dalam pikirannya. Dia yang takut teman dan juga lingkungan sekitar akan mengucilkan dirinya.

Namun alhamdulilah semua ketakutannya tersebut sirna, sebaliknya teman sekolah dan juga lingkungan selalu menjaga dan pastinya support saya.

5. Akhirnya Ofifi bebas dari kanker

Mesti sudah diamputasi, Ofifi yang masih menjalani kemoterapi yang mmebutuhkan banyak biaya yang tidak sedikit. Dia yang bersyukur, pemerintah telah meng-cover perawatan kanker yang dibantu YKAI yang mencover biaya yang ternyata tidak bisa ditanggung oleh BPJS Kesehatan.


6. Pejuang kanker yang harus selalu semangat

Dia berpesan kepada pejuang kanker yang lain agar tetap semangat dan juga berpikir positif dalam menjalani hidup ini.

Dia yang mengerti benar hidup dalam bayang-bayang penyakit kanker ini bukan hal yang mudah, namun, sesulit apapun atau sesakit apapun harus tetap dijalani dengan ikhlas dan juga kesabaran niscaya semua pasti akan ada jalan keluarnya.

 Yang paling penting dukungan dari orangtua yang memberikan semangat dan menanamkan pikiran yang positif pada anak penderita kanker.

Tidak ada komentar

Fakta-Fakta Perempuan Bunuh Diri di Mall Emporium Pluit, Melompat dari Lantai 4 sampai Izin ke Toilet

Agen Poker Online Seorang perempuan yang telah melakukan aksi nekat dengan cara bunuh diri di salah satu Mall Emporium Pluit, Penja...