Sebotol wine yang berasal dai Prancis telah memecahkan rekor sebagai minuman keras yang paling mahal dan dijuah sejauh ini. Wine burgundy ini ternyata dibuat pada tahun 1945 itu laku dengan harga Rp 8,5 miliar.
Dilansir dari beberapa berita, penjualan tersebut juga dilakukan di perusahaan lelang Sotheby's yang ada di New York. Wine yang ada di kebun anggur Romanee-Conti yang berhasil menjadi primadona pada acara tersebut.
Kebun anggur yang bernama Romanee-Conti yang berasal dari Burgundy, Prancis, hanya memproduksi sekitar 600 botol wine burgundy. Dua diantaranya sudah terjual di pelelangan tersebut.
Penjualan miras yang senilai USD 558 ribu ini disebut langka, eksotis dan juga ajaib. Dengan seakan daya kekuatan yang tidak ada hentinya, sebuah wine yang akan berdamai dengan dirinya sendiri.
Namun, terdapat tiga lagi botol dari kebun anggur yang sama, akan tetapi berasal dari tahun 1937, yang laku terjual masing-masing seharga USD 310 ribu atau dengan dirupiahkan Rp 4,7 miliar.
Namun sebelumnya rekor yang telah dipegang oleh botol Cheval-Blanc 1947 yang telah terjual di Jenewa seharga USD 304.375 pada tahun yang lalu.
Minuman Wine Yang Berusia 8.000 Tahun Ditemukan, Tertua di Dunia?
Kendi tembikar yang telah berisi sisa dari wine yang telah berusia delapan ribu tahun yang ditemukan di Georgia. Para ilmuan juga menduga, dari pecahan tembikar itu telah mengungkap jika bukti yang paling awal pembuatan wine yang berasal dari buah anggur.
Dilansir dari beberapa berita, Selasa, 14 November 2017, kendi tembikar ini telah ditemukan di dua desa neolitik, Terdapat ukiran yang berupa rangkaian dari anggur dan penari lelaki yang ada di bagian kendi.
Penemuan selanjutnya juga dipublikasikan pada jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences. Kami juga percaya jika ini adalah bukti tertua dari domestikasi anggur Eurasia yang telah tumbuh liar. Maka selanjutnya akan diproduksi menjadi minuman.
Seperti yang telah diketahui jika anggur merupakan bagian dari pusat peradaban dari orang barat. Anggur juga dapat diolah menjadi obat, minyak pelumas, zat penenang dan komoditas yang lainnya bernilai tinggi.
Maka dari itu, anggur juga dapat dijadikan sebagai salah satu alat sesi pemujaan, pengobatan, masakan sampai ekonomi oleh masyarakat kuno di Timur.
Metode Pembuatan Wine Kuat
Terdapat banyaknya kendi yang telah ditemukan lalu dicek tanda-tanda kimiawinya. Kendi yang tertua ini disinyalir berasal dari tahun 5.980 SM.
David Lordkipanidze selaku dari Direktur Museum Nasional Georgia yang pastinya juga turut berpartisipasi dalam acara penelitian mengatakan, jika kendi tua itu sangat mirip dengan qvevri, wadah dari pembuatan wine yang masih digunakan sampai hari ini.
Batiuk sendiri juga membuka kemungkinan, jika pembuatan wine yang ada pada zaman dahulu mirip dengan pembuatan wine yang menggunakan qvevri. Pembuatannya juga dilakukan dengan cara menghancurkan buah anggur, lantas campuran daging, batang, dan bijinya juga akan difermentasikan bersama.
Sebelumnya, penemuan wine yang tertua di Pegunungan Zagros, Iran, diduga juga berasal dari masa 5.400-5.000 SM. Pada 2011, dari sebotol wine dan tabung fermentasi berusia 6.000 tahun ditemukan di Armenia.
Wine non-anggur yang tertua dipercaya ditemukan di China. Minuman ini juga beralkohol yang dibuat dari campuran beras-madu-buah itu diprediksi telah diciptakan pada 7.000 SM.







Tidak ada komentar