Tidak ada yang lebih menyenangkan lagi jika bekerja dengan sekuat tenaga. Misalnya, empat sekawan ini. Mereka yang memutuskan untuk bekerja sama membangun pertanian cabai.
Dikutip beberapa berita, pada hari Kamis 13 Desember 2018, seorang laki-laki yang bernama Mohd Safri Mahmud, telah mulai menanam cabai yang ada di lahan dekat rumahnya setahun yang lalu. Sekarang, tanaman cabai tersebut sudah mencapai 1.800 batang.
Melihat tanaman cabainya yang bisa dibilang cukup baik, Safri yang memanggil ketiga sahabatnya, Mohd Amiludin, Mohd Irfan dan juga Mohd Shafiq, agar berdiskusi mengenai bisnis cabai yang sudah direncakan.
Pada ketiga rekan Safri ini rela meninggalkan pekerjaannya sebagai seorang polisi, desainer grafis, dan juga karyawan pabrik, agar bisa sama-sama mengembangkan bisnis ini.
Pada Kampusuol, Safri juga mengatakan jika dengan modal 20 ribu ringgit ( Rp 69,77 juta). Empar sekawan tersebut langsung membeli perlengkapan dari peralatan dan juga bibit cabai. Mereka juga menanam sampai 4 ribu tanaman cabai yang ada di lahan 0,3 hektare yang pada Kampung Musa, Kedah, Malaysia.
Keuntungan yang sangat Wow
Safri yang menggunakan metode fertigation karena bisa menghemat waktu dan juga tempat. Plus, komsumsi dari airnya juga mmapu di pangkas 30-50 persen dengan teknik tersebut.
Pada sistem penyiraman yang sangat efisien memastikan semua tanaman cabai akan mendapatkan air dan juga nutrisi yang cukup baik. Menurut Safri, cabai yang akan dihasilkan adalah cabai yang sangat bagus, panjang, mengkilat dan pastinya berat.
Safri dan juga kawan-kawan ini memperkirakan pada setiap tanaman bisa saja menghasilkan dua kilogram cabai, untuk perkilogramnya maka mereka akan menjualnya 7-10 ringgit atau setara dengan harga Rp 24.420-Rp 34.886).
Jika mereka siap untuk memanen cabai untuk pertama kalinya pada dua minggu dan menjual 8 ton cabai pada pedagang besar, beberapa serangkai ini akan menghasilkan 60 ribu ringgit atau setara dengan Rp 206,32 juta.







Tidak ada komentar